Rabu, 16 Desember 2015

MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP



Nama : Alan Kurniawan
Kelas : 1EA25
NPM   : 10215444

ILMU BUDAYA DASAR

MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP
PANDANGAN HIDUP DAN IDEOLOGI   
Ideology menurut William (1959) mengandung dua hal yaitu: (1) unsur-unsur filsafat yang digunakan, atau unsur-unsur yang digunakan sebagai dasar suatu kegiatan, dan (2) pembenaran intelektual unutk seperangkat norma-norma.
Bagi masyarakat ideology tersusun dari tiga unsur yaitu:
Pandangan hidup
Nilai-nilai dan
Norma-norma
Pandangan hidup cenderung dikaitkan oleh nilai-nilai sehingga berfungsi sebagai pelengkap nilai-nilai dalam pembuatan pembenaran ata rasionalisasi nilai-nilai. Pandangan hidup memberi semangat pada nilkai-nilai. Norma berbeda dengan nilai karena digunakan untuk hamper seluruh aturan khusus, sebaliknya nilai digunakan untuk pengertian umum.
Ideology tidak digunakan untuk hubungan individu tetapi untukhal yang lebih luas, seperti ideology Negara, masyarakat atau kelompok tertentu. Ideology sebagai pedoman hidup merupakan cita-cita yang ingin dicapai banyak individu di dalam masyarakat.
Dalam pandangan hidup ini terkandung konsep dasar mengenai kehidupan yang dicita-citakan oleh suatu bangsa, terkangdung pikiran-pikiran yang terdalam dan gagasan sesuatu bangsa mengenai wujud kehidupan yang dianggap baik. Pada akhirnya, pandangan hidup sesuatu bangsa adalah suatu kristalisasi sari nilai-nilai yang dimiliki oleh bangsa itu sendiri, yang diyakini kebenarannya dan menimbulkan tekad pada bangsa itu untuk mewujudkannya. Karena itulah pandangan hidup suatu bangsa meruopakan masalah yang sangat asasi bagi kekokohan dan kelas tarian suatu bangsa. Kita merasa sangat bersyukur bahwa pendahulu-pendahulu kita, pendiri-pendiri Republik ini, dapat merumuskan secara jelas apa sesungguhnya pandangan hidup bangsa kita, yang kemudian kita namakan Pancasila.

MAKNA CITA-CITA
Pandangan hidup terdiri dari cita-cita, kebajikan dan sikap hidup. Cita-cita, kebajikan dan sikap hidup itu tak dapat dipisahkan dengan kehidupan manusia. Daloam kehidupannya manusia tidak dapat melepaskan diri dari cita-cita, kebajikan dan sikap hidup itu.
Cita adalah hati: cita-cita adalah suatu keinginan yang terkandung di dalam hati. Karena itu cita-cita juga berarti angan-angan, keinginan, harapan, atau tujuan.
Cita-cita tak dpat dipisahkan dari kehidupan manusia, karena tanpa cita-cita berarti manusia tanpa dinamika. Tak ada dinamika berarti tak ada kemajuan dan hidup asal hidup saja, statis.
Keinginan ada yang baik dan adayang buruk. Keinginan yang baik bersifat luhur. Keinginan itu dicapai dengan tidak merugikan orang lain. Keinginan buruk adalah keinginan yang dapat merugikan orang lain.
Ada tiga kategori keadaan hati seseorang: keras, lunak, dan lemah. Orang yang berhati keras, tak berhenti berusaha sebelum cita-citanya tercapai. Orang yang berhati lunak dalam usaha encapai cita-citanya menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi.  Orang yang behati lemah, mudah terpengaruh oleh situasi dan kondisi.

MAKNA KEBAJIKAN
Kebajikan atau kebaikan atau perbuatan yang mendatangkan kebaikan pada hakikatnya sama dengan perbuatan moral, perbuatan yang sesuai dengan norma-norma agama dan etika.
Untuk melihat apa itu kebajikan, kita hatus melihat dari tiga segi yaitu manusia sebagai pribadi, manusia sebagai anggota masyarakat, dan manusia sebagi makhluk Tuhan. Manusia sebagai pribadi dapat menentukan baik-buruk. Yang menentukan baik-buruk itu suara hati. Suara hati itu semacam bisikan dalam hati untuk menimbang perbuatan baiak atau tidak.
Demikian pula suara hati masyarakat, yang menentukan baik-buruk adalah suara hati masyarakat. Suara hati manusia adalah baik, tetapi belum tentu suara hati masyarakat menganggap baik. Sebagai anggota masyarakat manusia tidak dapat membebaskan diri dari kemsyarakatan.
Sebagi makhluk Tuhan, manusia pun harus mendengarkan suara hati Tuhan. Suara Tuhan selalu mebisikkan agar manusia berbuat baik dan mengelakkan perbuatan yang tidak baik. Jadi untuk mengukur perbuatan baik-buruk, harus kita dengar pula suara Tuhan atau kehendak Tuhan. Kehendak Tuhan berbentuk hokum agama atau
hukumTuhan.

Jadi kebajikan itu adalah perbuatan yang selaras dengan suara hati kita, suara hati masyarakat dan hukum Tuhan. Kebajikan berarti berlaku sopan, santun, berbahasa baik, bertingkahlaku baik, ramah terhadap siapapun, berpakaian sopan agar tidak merangsang bagi yang melihatnya.

MAKNA SIKAP HIDUP
Sikap hidup ialah keadaan hati dalam menghadapi hidup ini. Sikap itu bisa positif, bisa negative, bisa aptis, atau sikap optimis atau pesimis, bergantung pada pribadi orang itu dan juga lingkungannya.
Setiap manusia memiliki kadar sikap. Kadar sikap yang dimiliki manusia satu sama lain tidak sama. Sikap orang dapat berubah sekonyong-konyong karena situais dan kondisi lingkungan.
Dalam menghadapi kehidupan, yang berarti manusia menghadapi manusia lain atau menghadapi kelompok manusia ada beberapa sikap etis dan sikap non etis. Sikap etis ini disebut sikap positif, sedangkan sikap non etis disebut sikap negative. Ada tujuh sikap etis yaitu : sikap lincah, sikap tenang, sikao halus, sikap berani, sikap arif, sikap rendah
hati, dan sikap bangga.

Sikap non etis atau sikap negative. Sikap non etis ialah; sikap kaku, sikap gugup, sikap kasar, sikap takut, sikap angkuh, dan sikap rendah diri. Sikap-sikap itu harus dijauhkan dari diri pribadi, karena sangat merugikan baik diri sendiri maupun kemajuan bangsa.
Dalam rangkah menciptakan keadilan social bagi bangsa Indonesia, yang pada hakikatnya menciptakan kesejahteraan, kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia, pemerintah berusaha menanamkan sikap-sikap positif bagi bangsa Indonesia. Sikap-sikap itu antara lain: sikap suka bekerja keras, sikap gotong royong, menjaga hak dan kewajiban, sikap suka menolong, dan sikap menghargai pendapat orang lain.

MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP
Pandangan hidup merupakan suatu dasar atau landasan untuk membimbing kehidupan rohani dan jasmani. Itu berguna bagi perorangan, kelompok atau masyarakat, bahkan Negara.
Semua perbuatan, tingkah laku antara aturan-aturan bagi Negara dan juga Undang-Undang serta peraturean-peraturan harus merupakan pancaran dari pandangan hidup yang sudah dirumuskan.
Pandangan hidup adalah juga filsafat hidup. Sesuai dengan arti filsafat yaitu cinta akan kebenaran tentulah bentuk kebenaran yang akan dicapai adalah kebenaran yang dapat diterima oleh siapa saja. Pandangan hidup dimiliki oleh semua orang atau semua golongan.
Pandangan hidup bagi orang Indonesia artinya : “bagi seluruh warganya : falsafah Negara yaitu Pancasila meskipun mungkin secara perorangan dalam melaksanakan tugas-tugas hidupnya menyimpang dari sifat pertama : Ketuhanan Yang Maha Esa, sila kedua Kemanusiaan yang adil dan beradab tetapi ia masih dianggap warga Negara yang berpancasilais. Kecuali ia diketahui oleh pihak berwajib bahwa tindakan-tindakannya menyimpang atau melawan Pancasila seperti ; memalsu tanda tangan atasan, mengambil uang kantor atau kumpulan organisasi untuk kepentingan sendiri dan sebagainya.
Jadi pandangan hidup dapat merupakan keseluruhan garis kecenderungan jalan-jalan dan nilai-nilai yang akan dicapai untuk landasan semua dimensi kehidupannya.


Sumber :

Joko Tri Prasetya, Drs., Ilmu Budaya Dasar, Rineka Cipta, Jakarta 2013

Rabu, 09 Desember 2015

MANUSIA DAN KEADILAN



Nama : Alan Kurniawan
Kelas : 1EA25
NPM   : 10215444

ILMU BUDAYA DASAR

MANUSIA DAN KEADILAN

MAKNA KEADILAN
        Manusia sebagai makhluk tuhanadalah makhluk  tertinggi yang memiliki gejala-gejala istimewa yang hanya terdapat pada manusia saja, dan tidak terdapat pada benda mati ataupun benda hidup seperti pada hewan ataupun tumbuh-tumbuhan . gejala –gejala istimewa itu bias kita golonngkan menjadi 3 jenis yang disebut akal, rasa dan kehendak akal. Rasa dan kehendak ini menyatu dalam diri manusia yang  terdiri atas manunggalnya jiwa dan raga yang kemudian menjadikan sumber-sumber kemampuan, kecerdasan ataupun kecakapan manusia dalam mengatur hidupnya. Manusia berpikir untuk memenuhi hasrat memperoleh pengetahuan, untuk mencapai kebenaran dan kenyataan, berusaha untuk memenuhi hasrat memperoleh seni dalam arti luas, untuk mencapai keindahan, kehendak untuk memenuhi hasrat memperoleh hal-hal yang baik dan kebaikan. Semuanya ini menjadi sumber kemampuan manusia untuk menciptakan sesuatu dalam memenuhi kebutuhan hidupnya baik yang bersifat rohaniah maupun jasmaniahnya dan sumber kemampuan inilah yang menjadikan manusia sebagai pencipta yang kedua sesudah tuhan.

Pengusaha                          : Bagi mereka menanamkan adil, apabila keuntungan terbesar jatuh pada pihak pedagang.
Buruh                                   : Bagi buruh menganggap adil apabila upah dibayar pada waktunya dan keuntungan perusahaan juga juga dibagi wajar pada kaum buruh.                                                                                                      
Golongan demokrat        : Menganggap adil apabila kepentingan rakyat selalu diutamakan.
Golongan komunis          : menganggap adil sekiranya hak milik perseorangan ditiadakan.

KEJUJURAN DAN KEBENARAN
            Kejujuran atau jujur artinya apa yang dikatakan seseorang sesuai dengan hati nuraninya apa yang dikatakannya sesuai dengan kenyataan yang ada. Sedang kenyataan yang ada itu adalah kenyataan yang benar-benar ada. Jujur juga berarti seseorang bersih hatinya dari perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama dan hokum. Untuk itu dituntut satu kata dan perbuatan, yang berarti  bahwa apa yang dikatakan harus sama dengan perbuatannya. Karena itu jujur berarti juga menepati janji atau kesanggupan yang terlampir melalui kata-kata ataupun yang masih terkandung dalam hati nuraninya yang berupa kehendak.sikap, jujur perlu dipelajari setiap orang, sebab kejujuran mewujudkan keadilan, sedang keadilan menuntut kemuliaan abad, jujur memberikan keberanian dan ketentraman hati, serta menyucikan lagi pula membuat luhurnya budi pekerti.

KECURANGAN
            Kecurangan atau curang identik dengan ketidak jujuran atau tidak jujur, dan sama pula dengan licik, meskipun tidak serupa benar. Sudah tentu kecurangan sebagai lawan jujur.
            Curang atau kecurangan artinya apa yang dikatakan tidak sesuai dengan hati nuraninya. Atau, orang itu memang dari hatinya sudah ingin  berniat curang dengan maksut memperoleh keuntungan  tanpa bertenaga dan berusaha? Sudah tentu keuntungan itu diperoleh dangan tidak wajar. Yang dimaksud dengan keuntungan disini adalah keuntungan yang berupa materi. Mereka yang berbuat curang menganggap akan mendatangkan kesenangan atau keenakan, meskipun orang lain menderita karenanya.

PEMULIHAN NAMA BAIK
            Nama baik merupakan salah satu tujuan utama orang hidup. Nama baik adalah nama yang tidak tercela. Setiap orang menjaga dengan hati-hati agar namanya tetap baik. Lebih-lebih jika ia menjadi teladan bagi orang/tetangga di sekitarnya adalah seuatu kebanggan batin yang tidak ternilai harganya.
            Ada peribahasa berbunyi : “daripada berputih mata lebih baik berputih tulang’, artinya orang lebih baik mati daripada malu. Betapa  besar nama baik itu sehingga nyawa menjadi nyawa taruhannya.setiap orang tua berpesan kepada anak-anaknya “jagalah nama keluargamu”.

PEMBALASAN
            Pembalasan ialah suatu reaksi atas perbuatan orang lain. Reaksi itu dapat berupa perbuatan yang serupa, perbuatan yang seimbang, tingkah laku yang serupa, tingkah laku yang seimbang.
            Sebagai contoh, A memberikan makanan kepada B. Di lain kesempatan B memberikan minuman kepada A. perbuatan tersebut merupakan perbuatan serupa, dan ini merupakan pembalasan.
            A memberikan baju kepada B pada hari ulang tahunnya. Padahari ulang tahun A, B memberikan tas sekolah kepada A. kedua perbuatan ini adalah perbuatan yang seimbang.



Sumber :

Joko Tri Prasetya, Drs., Ilmu Budaya Dasar, Rineka Cipta, Jakarta 2013




Rabu, 02 Desember 2015

MANUSIA DAN PENDERITAAN



Nama : Alan Kurniawan
Kelas : 1EA25
NPM   : 10215444


MANUSIA DAN PENDERITAAN

MAKNA PENDERITAAN
Penderitaan dari kata derita. Kata derita berasal dari kata bahasa
        sanskerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat lahir atau batin,atau lahir batin. Yang termasuk penderitaan itu antara lain keluh kesah, kesengsaraan, kelaparan, kekenyangan, kepanasan, dan lain-lain.
            Baik dalam al-qur’an maupun kitab suci agama lain banyak surat dan ayat yang menguraikan tentang penderitaan yang dialami manusia itu sebagai peringatan bagi manusia akan adanya penderitaan. Tetapi umumnya manusia itu kurang memperhatikan peringatan tersebut, sehingga manusia mengalami penderitaan.

MAKNA SIKSAAN
Bicara tentang siksaan, maka terbayang pada ingatan kita tentang neraka dan dosa, dan akhirnya firman tuhan dalam kitab suci al-qur’an. Seperti kita maklumi di dalam kitab suci al-qur’an terdapat banyak sekali surat dan ayat yang membicarakan tentang siksaan ini.
            Macam siksaan dan bentuk siksaan bertebaran antara 69 buah dan surat al-ankabut, antara lain ayat 40 yang menyatakan :
“masing-masing bangsa itu kami siksa dengan ancaman siksaan, karena dosa-dosanya. Ada di antaranya kami hujani dengan batu-batu kecil seperti kaum aad, ada yang diganyang dengan halilintar bergemuruh dahsyat seperti kaum tsamud, ada pula yang kami benamkan ke dalam tanah seperti qarun, dan ada pula yang kami tenggelamkan seperti kaum nuh, dengan siksaan-siksaan itu, allah tidak menganiaya mereka, namun mereka jualah yang menganiaya diri sendiri, karena dosa-dosanya”.

MAKNA RASA SAKIT
            Rasa sakit adalah rasa yang tidak enak bagi si penderita. Rasa sakit akibat menderita penyakit, atau sakit. Sakit perut akibatnya terasa sakit perutnya. Sakit gigi akibatnya terasa nyeri (sakit). Sakit hati akibatnya hatinya terasa sakit. Sakit cinta akibatnya hati selalu dirundung rasa ingin ketemu orang yang dicintainya,dan sebagainya.


NERAKA

            Berbicara tentang neraka, maka lazimnya kita tentu ingat kepada dosa. Juga terbayang dalam ingatan kita yang luar biasa. Tergambar pula dalam ingatan kita suatu rasa sakit dan penderitaan hebat.
            Jelaslah bahwa antara neraka, siksaan, rasa sakit, dan penderitaan terdapat hubungan dan tak dapat dipisahkan satu sama lain. Empat hal itu merupakan rangkaian sebab-akibat.
            Manusia masuk neraka karena dosa. Oleh karena itu, bila kita bila kita bicara tentang neraka tentu berkaitan dengan dosa. Berbicara tentang dosa berarti juga berbicara tentang kesalahan.

BEBERAPA KASUS PENDERITAAN
            Kata penderitaan berasal dari kata derita. Menurut suyadi derita berasal dari bahasa sanskerta “dhra” yang berarti menahan atau menanggung (suyadi,1985). Kata ini dapat pula diberi makna merasakn. Dengan demikian kata penderitaan berarti sesuatu yang ditanggung, ditahan, atau dirasakan. Sesuatu yang ditanggung, atau dirasakan itu biasanya selalu dihubungkan dengan hal-hal yang tidak menyenangkan, misalnya kelaparan, kemiskinan, penyakit, kegagalan, kegelisahan, dan ketakutan. Hal-hal yang menyenangkan, menggembirakan, atau memuaskan yang dirasakan oleh seseorang tidak pernah dikatakan sebagai suatu penderitaan.

Sumber :

Joko Tri Prasetya, Drs., Ilmu Budaya Dasar, Rineka Cipta, Jakarta 2013